Minggu, 12 Juli 2009

METODE PENELITIAN KARYA TULIS ILMIAH

A. Pendahuluan
Judul yang ditawarkan oleh Panitia Diklat Karya Tulis Ilmiah adalah “Metode Penelitian Karya Tulis Ilmiah”. Judul dimaksud, penulis memberikan pengertian tentang Metodologi dan Karya Tulis Ilmiah.
B. Pembahasan
1. Metodologi
Metodologi mempunyai beberapa pengertian sebagai berikut.
a. Logika dari penelitian ilmiah,
b. Studi terhadap prosedur dan teknik penelitian
c. Suatu sistim dari prosedur dan teknik penelitian
Berdasarkan hal di atas, maka dapat dikatakan bahwa metode penelitian merupakan suatu sarana pokok dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta seni. Karena itu penelitian bertujuan untuk mengungkapkan kebenaran secara sistematis, metodologis, dan konsisten.
Melalui proses penelitian dimaksud, diadakan analisis dan konstruksi terhadap data yang telah dikumpulkan dan diolah. Karena itu, metodologi penelitian yang diterapkan harus sesuai dengan ilmu pengetahuan yang menjadi induknya. Hal itu berarti metodologi penelitian yang digunakan pelbagai disiplin ilmu pengetahuan mempunyai identitas masing-masing sehingga antara satu disiplin ilmu dengan disiplin ilmu lainnya mem-punyai perbedaan metodologi penelitian. Sebagai contoh dapat diungkapkan : suatu penelitian dalam disiplin ilmu sosiologi tidak dapat dipaksakan seluruhnya untuk digunakan dalam penelitian hukum; suatu penelitian hukum tidak dapat dipakasakan metodologinya pada disiplin ilmu sejarah. Demikian seterusnya. Perbedaan metodologi pada setiap disiplin ilmu merupakan akibat dari keberadaan identitas pada masing-masing disiplin ilmu.
2. Karya Tulis Ilmiah
Penulisan suatu karya tulis ilmiah memerlukan sejumlah persyaratan, baik formal maupun materiil. Persyaratan formal adalah persyaratan yang menyangkut kebiasaan yang harus diikuti dalam penulisan; sedangkan persyaratan materiil adalah menyangkut isi tulisan. Sebuah tulisan akan mudah diketahui dan dipahami oleh pembaca bila isi dan cara penulisannya memenuhi persyaratan dan kebiasaan umum. Dalam tulisan ini akan dikemukakan beberapa hal penting yang perlu diperhatikan oleh penulis dalam membuat karya tulis ilmiah, baik makalah, laporan penelitian, skripsi, tesis, maupun disertasi. Jenis Karya Ilmiah dimaksud, dikemukakan sebagai berikut.


1. Makalah
Makalah adalah karya tulis ilmiah yang membahas suatu permasalahan, baik pembahasan itu berdasarkan hasil penelitian lapangan maupun kepustakaan yang disampaikan dalam pertemuan ilmiah (seminar) atau yang berkenaan dengan tugas-tugas perkuliahan atau tugas-tugas lainnya.
2. Skripsi
Skripsi adalah karya tulis ilmiah yang ditulis oleh seorang mahasiswa Strata satu (S1) sebagai tugas akhir dalam menyelesaikan studinya. Tulisan dimaksud, membahas suatu permasalahan atau beberapa permasalahan, baik pembahasan itu berdasarkan hasil penelitian lapangan maupun kepustakaan.
3. Tesis
Tesis adalah karya tulis ilmiah yang ditulis oleh seorang mahasiswa Strata dua (S2) sebagai tugas akhir dalam menyelesaikan studinya. Tulisan dimaksud, membahas suatu permasalahan atau beberapa permasalahan yang kajiannya lebih mendalam dari tulisan Karya tulis Ilmiah Skripsi, baik pembahasan itu berdasarkan hasil penelitian lapangan maupun kepustakaan.
4. Disertasi
Disertasi adalah karya tulis ilmiah yang ditulis oleh seorang mahasiswa Strata Tiga (S3) sebagai tugas akhir dalam menyelesaikan studinya. Tulisan dimaksud, membahas suatu permasalahan atau beberapa permasalahan yang kajiannya lebih mendalam dari tulisan Karya Ilmiah Tesis, baik pembahasan itu berdasarkan hasil penelitian lapangan maupun kepustakaan yang menguji sesuatu teori atau membuat sesuatu teori.

C. Hal-hal yang Perlu diperhatikan dalam Penulisan Karya Tulis Ilmiah
Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam penulisan karya ilmiah adalah sebagai berikut.
1. Nama undang-undang ditulis lengkap sesuai dengan judulnya.
2. Penulisan pasal: contoh Pasa15 ayat (1). P besar serta pada penulisan Pasal dan tanda kurung pada penulisan ayat 1 dan seterusnya
3. Mengingat Pasa1 pada umumnya merupakan pasal berisikan pengertian, shingga pasal tersebut tidak rnempunyai "ayat" akan tetapi "butir".
4. Peraturan perundangan, seharusnya: peraturan perundang-undangan.
5. Penulisan "di" digabung apabila merupakan kata kerja seperti "diatasi". "Di atas" dilepas karena bukan awalan kata kerja.
6. Penulisan kata majemuk "aneka ragam" dileps, akan tetapi "keanekaragaman" digabung, karena ada awalan "ke" dan akhiran "an". Kata "analisa" seharusnya "analisis", karena yang diambil dalam transformasi ke dalam bahasa Indonesia adalah pengucapannya dalam bahasa Inggris: analysis, Bahasa Belanda: analyse. Demikian pula kata sistim (Bahasa Inggris: system, bahasa Belanda: systeem).
7. Penulisan "... ir" seperti "diinventarisir" dari kata Belanda "inventariseren" harus diganti menjadi "diinventarisasi" dari kata lnggris "inventarization". Demikian pula dengan proklamir menjadi proklamasi, introdusir menjadi introduksi, ekspIoitir menjadi eksploitasi. dan sebagainya.
8. Penulisan "kwalitas", menjadi "kualitas, karena tidak boleh ada dua huruf mati berurutan, dengan beberapa pengecualian, di antaranya kata "sanksi'',
9. Penulisan "resiko" menjadi' "risiko", "tehnik" menjadi "teknik'", "azas" menjadi "asas.
10. Penulisan "efektip, produktip. negatip" huruf "p"nya diganti dengan "f'” menjadi "efektif, produktif, negatif' karena bangsa Indonesia dapat mengucapkan huruf"i'.
11. Kata "aktif ' memakai "f", akan tetapi apabila berubah menjadi "aktivitas", yaitu huruf "f' berubah menjadi "v".
12. Kata "peruntukan" ditulis dengan satu "k", yaitu awalan pe dan akhiran an, akan tetapi "diperuntukkan" ditulis dengan dua "k'" karena di sini diawali awalan di dan akhiran kan.
13. Kata "data-data" adalah keliru karena "data" adalah jamak dari kata “datum” yang tunggal. Kata "yang mana; di mana” perlu diganti.
14. Perlu, diperhatikan bentuk kalimat: aktif dengan menggunakan kata kerja dengan awalan "me" serta kalimat pasif dengan menggunakan awalan "di", seperti "Dalam Pasal 5 dinyatakan..." dan =`Pasal 5 menyatakan ... ", jadi bukan "Dalam Pasal 5 menyatakan ... ".
15. Penulisan "nonhayati" digabung karena kata "non" tidak berdiri sendiri.
16. Dalam karya ilmiah dihindari kata seperti "tidak karuan, seenaknya" yang digunakan sebagai ungkapan sehari-hari.
17. Penggunaan "adalah merupakan" perlu dipilih satu, karena kedua-duanya adalah predikat.
18. Gelar tidak digunakan dalam naskah maupun dalam daftar pustaka. Namun dapat digunakan dalain ucapan terima kasih.
19. Penulisan referensi dapat dilaksanakan dengan menggunakan sistem catatan kaki (footnote) atau dimasukkan dalam teks di belakang kutipan (nama penulis, tahun penerbitan: halaman). Pilih di antara keduanya, tidak boleh dicampur.
20. Penomoran dapat dilakukan dengan sistem digital atau angka dengan nomor atau huruf: A, 1., a., j), al, (1), dan (a). Pilih salah satu diantara keduanya, tidak boleh dicampur.
21. Hindari kata seperti "sangat perlu sekali" yang bersifat berlebihan.
22. Kata "konsepsional" adalah dari kata Belanda "conceptual". Demikian juga kata "konsepsi" dari kata Belanda "concep-tie". Karena itu lebih tepat menggunakan kata "konseptual” dari kata lnggris "conceptual", sebagaimana juga kata “konsep" dari kata Inggris "concept".
23. Penggunaan bentuk jamak "saran-saran" tidak perlu, karena kata "saran" mengandung makna tunggal maupun jamak.
24. Penggunaan tanda baca - hanya untuk pemenggalan kata. Dengan demikian tidak digunakan untuk meluruskan garis bawah dan atas dan atas bawah ("kosmetil:a"), juga tidak digunakan untuk penomoran.
25. Mengingat program komputer pada umumnya adalah progran; bahasa lnggris, perlu diperhatikan pemenggalan kata bahasa Indonesia yang tidak dikenal oleh ¬program komputer. Caranya adalali dengan menggeser kata kedua, kata ketiga dan seterusnya dari baris yang mengandung kesalahani pemenggalan sampai diperoleh pemeng¬galan yang benar dalam bahasa Indonesia.
26. Kata "sedangkan, sehingga, dari" tidak dapat digunakan sebagai awal kalimat, karena merupakan kata penghubung.
27. Penggunaan. Kata "saya, kami, dan kita'' dalam penulisan karya ilmiah sejauh¬mungkin dihindarkan., diganti dengan "penulis", "peneliti" atau digunakan kalimat pasif (awalan di).
28. Sub judul tidak boleh ditulis di bagian Akhir halaman akan tetapi harus dipindahkan ke halaman berikutnya.
29. Kata "daripada" hanya digunakan apabila ada tandingannya, tidak boleh untuk menyatakan kepunyaan.
30. Tidak perlu memulai kalimat dengan kata "'bahwa", yang hanya dipakai sebagai permulaan konsiderans.
31. Antara sumber kutipan dalam naskah dan daftar pustaka, harus ada hubungan timbal balik; yang ada dalam daftar pustaka dapat ditemukan sebagai sumber dalam naskah dan yang- dikutip dalam naskah terdapat sumbernya dalam daftar pustaka.
32. Guna memperoleh kalimat lengkap, perlu senantiasa diadakan "analisis kalimat", yang berarti perlu dalam benak pikiran .diadakan penyederhaan kalimat, agar terlihat dengan jelas apa yang menjadi predikat dan apa yang menjadi subyek.
33. Yang dapat menjadi predikat adalah selalu kata kerja yang berjumlah satu. Yang dapat menjadi subyek adalah selalu kata benda yang berjumlah satu.
34. Perlu dihindari pembuatan kalimat yang panjang-panjang, sehingga menjadi tidak jelas makna kalimat karena mengandung berbagai pikiran rnenjadi satu. Seyogyanya satu pokok pikiran dituangkan dalam satu kalimat.
35. Penempatan tanda baca selalu "menempel" pada huruf atau kata, tidak ber¬diri sendiri; seperti ."(ekolabel)", tidak boleh ditulis dengan spasi seperti "( ekolabel )", atau "tahun 1.996." tidak boleh ditulis dengan spsai "1996 ." Demikian dihindarkan adanya tanda baca yang pindah kebaris berikutnya, terlepas dari kata atau angka sebelumnya. Sebaliknya, penggunaan tanda baca, selalu diikuti dengan spasi, seperti setelah ¬titik, koma, kurung dan sebagainya.

D. Kesimpulan

1. Metode Penelitian Karya Tulis Ilmiah terdi atas Penelitian Kepustakaan dan Penelitian Lapangan;
2. Karya Tulis Ilmiah terdiri atas, makalah, Skripsi, Tesis, dan Disertasi
3. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam Karya Tulis Ilmiah terdiri atas 35 Langkah perhatian untuk menyesuaikan penggunaan bahasa Ilmiah dengan Karya Tulis Ilmiah.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar